image
Timnas Indonesia, Oh Timnas

11 September 2019 375 Viewed

Stadion Utama Gelora Bung Karno jadi saksi bisu dua laga awal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2020 Sialnya, bukan kegembiraan yang dihadirkan tim Merah Putih melainkan justru perasaan kecewa. Para pemain timnas Indonesia harus mengakhiri laga dengan kepala tertunduk di stadion sarat sejarah tersebut. Bukan hanya satu kali tetapi dua kali Stefano Lilipaly dkk takluk di Stadion GBK.

Setelah ditekuk Malaysia 2-3, kenyataan pahit berupa kekalahan harus kembali diterima Indonesia saat berjumpa Thailand. Kekalahan dari tim Gajah Perang pun terasa lebih menyakitkan karena skuat asuhan Simon McMenemy kalah dengan skor mencolok 0-3 di hadapan publik sendiri. Di laga kontra Thailand, hampir seluruh pemain Timnas Indonesia tampil mengecewakan. Mereka seperti kehilangan agresivitas untuk bertarung meladeni permainan Thailand sepanjang 90 menit.

Timnas Indonesia, Oh TimnasTimnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 dari Thailand. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pada 45 menit pertama Timnas Indonesia tampil lumayan dan membuat Thailand tertekan selama beberapa saat. Namun energi serupa bak hilang ditelan bumi memasuki babak kedua. Andritany Ardhiyasa pantas dapat apresiasi karena berkali-kali mengagalkan peluang emas Thailand di babak pertama. Hanya saja di paruh kedua performa hampir seluruh pemain menurun sehingga Changsuek dengan mudah mencetak tiga gol.

Penyerang sayap Thailand Supachok Sarachat membuka keunggulan dengan tendangan ke tiang jauh gawang. Gol ini terjadi karena minimnya pengawalan dari lini kedua Timnas Indonesia. Setelah itu giliran Andritany yang membuat kesalahan dengan melanggar Supachok di dalam kotak penalti. Theerathon Bunmathan yang jadi eksekutor dengan mudah memperdaya kiper Persija Jakarta tersebut.

Derita Timnas Indonesia bertambah karena gol kedua Supachok di laga ini. Buruknya koordinasi lini belakang membuat pemain berusia 21 itu dapat celah membobol gawang Andritany. Tiga gol yang bersarang ke gawang Andritany jadi bukti ada yang salah dengan para penggawa Timnas Indonesia saat pertandingan masuk ke babak kedua. Hal ini dikarenakan situasi serupa juga terjadi saat melawan Malaysia.

Timnas Indonesia, Oh TimnasTimnas Indonesia selalu tampil lesu di babak kedua saat kalah dari Malaysia dan Thailand. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Berhasil unggul 2-1 atas Harimau Malaya di akhir babak pertama, tim Garuda dua kali dibobol tim tamu sehingga skor berbalik jadi 3-2 untuk kemenangan Malaysia. Artinya, dari enam gol yang bersarang dari dua laga awal, lima di antaranya diciptakan tim lawan di babak kedua. Mirisnya lagi jika mengacu statistik, Timnas Indonesia tidak sekalipun berhasil melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang Thailand sepanjang 90 menit. Dari lima usaha untuk mencetak gol semuanya berakhir dengan tendangan yang tidak tepat sasaran.

Dari segi pendekatan taktik, Simon jelas belum pantas dapat acungan jempol. Juru racik formasi asal Skotlandia itu memang melakukan pendekatan taktik bermain pragmatis dan berbeda dibandingkan pelatih sebelumnya seperti Luis Milla yang mengedepankan permainan bola-bola pendek. Apesnya taktik yang dipakai mantan pelatih Bhayangkara FC itu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Miskoordinasi kerap terjadi di antara pemain dan permainan bola yang cenderung langsung ke pertahanan lawan juga bisa diantisipasi tim lawan.

Kondisi itu membuat permainan Timnas Indonesia buntu dan tidak berkembang. Saat Simon pun terlihat kesulitan mencari solusi. Pergantian pemain yang dilakukannya saat melawan Malaysia dan Thailand sama sekali tidak memberikan perbedaan berarti.

Meski rapor Simon di dua laga awal terbilang negatif, melengserkan dirinya dari kursi pelatih tentu masih terlalu dini. Mantan pelatih timnas Filipina itu butuh kesempatan untuk membuktikan kapasitas bahwa ia layak untuk menempati jabatan sebagai pelatih dalam waktu lama meski tagar #SimonOut menggema usai kalah dari Thailand.

Hal yang perlu dilakukan sekarang adalah melakukan evaluasi karena kalah dari Malaysia dan Thailand di GBK tentu sulit untuk diterima, terutama untuk pencinta sepak bola di tanah air. Respons dari PSSI pun dinanti terkait dua hasil buruk di kandang sendiri.

Satu yang pasti kekalahan dari dua rival di kawasan Asia Tenggara itu membuat Timnas Indonesia terpuruk di posisi juru kunci Grup G tanpa satu poin pun. Peluang untuk lolos ke babak ketiga sekaligus menyegel tempat di putaran final Piala Asia 2023 juga akan semakin terjal.




sumber, cnn indonesia

TAGS:

Terhubung dengan kami

@963MedanFM
Get it on Google Play

Hubungi kami

Telepon+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6612 986 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 88 9630
LokasiJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238