image
WHO Ingatkan Bahaya Semprotkan Disinfektan Langsung ke Tubuh

30 March 2020 204 Viewed  https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200329234522-255-488077/who-ingatkan-bahaya-semprotkan-disinfektan-langsung-ke-tubuh

Cairan disinfektan ramai digunakan demi menekan jumlah mikroorganisme di tengah pandemi virus corona jenis baru (SARS-CoV-2). Penggunaan disinfektan jadi marak
disemprotkan di jalan hingga pembuatan bilik atau chamber.



Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia
memperingatkan publik untuk tak menyemprotkan atau memakainya langsung ke tubuh
manusia. Sebab beberapa kandungan dalam larutan disinfektan justru menyimpan
risiko kesehatan.



"Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat
membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, contohnya mata dan
mulut," tulis cuitan dari akun resmi WHO Indonesia di Twitter WHO, Minggu
(29/3).

Bahan kimia yang dimaksud adalah alkohol
atau klorin yang umumnya terdapat dalam kandungan bahan cairan disinfektan.
Menyemprotkan disinfektan ke tubuh manusia, menurut keterangan WHO, sebetulnya
juga tidak bisa membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.



Alkohol dan klorin hanya bisa digunakan sebagai disinfektan virus dan bakteri
pada permukaan benda. Dan ini pun, harus dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk
penggunaan yang tertera.



Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Laksana Tri Handoko membenarkan
informasi tersebut. Ia menyatakan, paparan berlebih cairan disinfektan berbahan
alkohol maupun klorin bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.



Untuk itu Laksana tidak merekomendasikan cairan disinfektan disemprotkan
langsung ke tubuh.



"Memang itu dari awal tidak tidak dianjurkan memakai chamber disinfektan
berbasis bahan kimia. Chamber dengan disinfektan itu biasanya dipasang di pintu
lab dengan standar biosafety, di mana personil yang masuk memakai baju
pelindung kedap yang seperti baju astronot," jelas dia kepada CNNIndonesia.com.



Peringatan untuk tak menggunakan langsung ke tubuh ini juga berlaku untuk
cairan disinfektan kemasan semprot yang dijajakan di pasaran.



Menurut Laksana Tri Handoko, mencuci tangan dan badan menggunakan sabun jadi
langkah paling ampuh mengusir virus yang menempel di badan. Pemakaian hand
sanitizer berbasis alkohol baiknya baru digunakan jika tidak memungkinkan untuk
mencuci tangan atau akses air terbatas.



Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Jenderal Akademi Ilmuwan Muda Indonesia
(ALMI) Berry Juliandi. Ia mengungkapkan, selain iritasi, cairan disinfektan
punya dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh.



"Alkohol, klorin dan H202 itu sebenarnya karsinogenik dalam jangka panjang
jika terhirup ke dalam pernapasan manusia. Jika terkena kulit, mata atau lapisan
berlendir lainnya, maka akan dapat mengikis lapisan itu dan malah mempermudah
masuknya kuman ke dalam tubuh," kata Berry.



Cairan disinfektan, lanjut Berry, dapat mengakibatkan selaput lendir pada tubuh
menipis sehingga terjadi iritasi. Kemudian kuman akan mudah memasuki area
tersebut dan menimbulkan peradangan.














Sumber : CNNindonesia.com

TAGS:

Terhubung dengan kami

@963MedanFM
Get it on Google Play

Hubungi kami

Telepon+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6612 986 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 88 9630
LokasiJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238