image
Big Machine Membantah telah Melarang Taylor Swift Nyanyikan Lagu Lamanya

18 November 2019 549 Viewed  https://hot.detik.com/music/d-4787763/big-machine-bantah-larang-taylor-swift-nyanyi-lagu-lamanya

Berawal dari Taylor Swift memutuskan untuk hengkang dari label lamanya, Big Machine Records untuk bergabung dengan Universal Music Group, ternyata memberikan dampak masalah yang berkepanjangan. Usai pindah ternyata pemilik label lamanya, Scott Borchetta, menjual perusahaannya itu kepada Scooter Braun dengan nilai US$ 300 juta pada akhir Juni 2019. Taylor pun panik dan merasa skenario terburuknya adalah katalog musiknya dimiliki oleh Braun.

Ternyata hal itu menjadi kenyataan meskipun ia sudah berusaha mencegahnya. Dilansir dari CNN, disebutkan jika ayah Taylor, Scott Swift, memiliki saham di Big Machine Records dan harusnya sudah tahu jika perusahaan itu akan dijual pada 25 Juni.

Namun Taylor mengaku baru mengetahuinya pada 30 Juni dan membuat dirinya tak lagi memiliki hak untuk enam album dalam katalognya bersama label tersebut. Akibatnya, Taylor pun berencana untuk merekam ulang album-albumnya, yaitu  'Taylor Swift' (2006), 'Fearless' (2008), 'Speak Now' (2010), 'Red' (2012), '1989' (2014), dan 'Reputation' (2017), sehingga materi lama tersebut kembali jadi miliknya. Produksi rekaman itu ia jadwalkan pada November 2020. 

Baru-baru ini muncul masalah baru, yaitu pernyataan yang diberikan oleh Taylor Swift bahwa pihak Label Big Machine Record melarangnya menyanyikan lagu-lagu lamanya di American Music Awards 2019 dan film dokumenternya di Netflix pun terancam batal tayang.

Serangan balik dilancarkan Big Machine, mereka membantah melarang pelantun 'Shake It Off' itu menyanyikan lagu lamanya.

"Kami tidak pernah sekalipun menyatakan menghalangi Taylor menyanyikan lagu di AMA atau untuk digunakan di tayangan di Netflix," demikian isi pernyataan Big Machine Records seperti dilansir AFP.

"Kami tidak berhak melarangnya melakukan pertunjukan di manapun," lanjutnya.


Label tersebut justru menuding Swift berutang hingga jutaan dolar dan bertanggung jawab terhadap 120 orang karyawan yang membantunya terkenal seperti saat ini.


"Kami berharap supaya permasalahan dengan Taylor bisa diselesaikan dengan pertemuan langsung dan dialog yang jujur."


sumber, detik.com

TAGS:

Terhubung dengan kami

@963MedanFM
Get it on Google Play

Hubungi kami

Telepon+6261 6622 628 (Kantor)
+6261 6612 986 (Studio)
Mobile, Whatsapp, Line+62819 88 9630
LokasiJl. Pembangunan I No. 6
Krakatau, Medan - 20238